PERENCANAAN PENGEMBANGAN SDM
June 13th, 2008 Hasil kemajuan bidang teknologi informasi berdampak pada perubahan di berbagai bidang tanpa dimensi ruang dan waktu, bersifat lebih terbuka dan transparan , dari yang dulu bersifat lokal menjadi bersifat global. Hal tersebut juga berimbas pada perpustakaan sebagai lembaga pengelola informasi, sehingga perpustakaan dituntut untuk menyediakan sumber informasi yang relevan dengan kebutuhan pengguna. Disamping itu harus memberikan layanan yang berkualitas sehingga tercapai kepuasan pengguna jasa perpustakaan.
Sumber daya manusia sebagai pelaku utama dalam kegiatan perpustakaan sekarang ini pada kondisi sebagian besar kurang peka terhadap kebutuhan pemakai, tidak tanggap terhadap kritik, masih berpola pada pekerjaan yang bersifat rutin, dan bersifat pasif. Padahal perpustakaan membutuhkan orang-orang yang profesional, yang mempunyai komitmen untuk tanggap dengan kebutuhan pemakai, membuat hal-hal baru di perpustakaan, bersikap kreatif dan inovatif, mempunyai semangat untuk mengembangan diri demi kemajuan perpustakaan.
Oleh karena itu kompetensi dan profesionalisme tenaga perpustakaan perlu didongkrak sehingga dapat memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai peluang dan tantangan untuk menciptakan bentuk - bentuk layanan baru, meningkatkan layanan yang diharapkan pengguna, dan mengubah image tentang tenaga perpustakaan.
Peran SDM Perpustakaan
Tenaga perpustakaan menurut Depdiknas, (2004) sebaiknya terdiri dari pustakawan, asisten pustakawan, tenaga administrasi, dan tenaga fungsional lainnya sebagai berikut:
1. Pustakawan dengan pendidikan paling rendah Sarjana (S1) dalam bidang ilmu perpustakaan, dokumentasi dan informasi (pusdokinfo), atau S1 bidang lain yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan perpustakaan, dengan tugas keprofesian dalam bidang perpustakaan.
2. Asisten pustakawan dengan pendidikan ilmu perpustakaan tingkat diploma dalam bidang ilmu perpustakaan, dokumentasi dan informasi (Pusdokinfo) dengan tugas melaksanakan tugas penunjang keprofesian dalam bidang perpustakaan.
3. Tenaga fungsional lain dengan pendidikan kejuruan atau keahlian tingkat kesarjanaan dengan tugas melaksanakan pekerjaan penunjang koprefesian seperti pranata komputer dan kearsipan.
4. Tenaga administrasi dengan tugas melaksanakan kegiatan kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, perlengkapan, penjilidan, perlistrikan, grafika , dan lain-lain.
Adanya pembagian SDM tersebut di atas diharapkan ada keserasian kerja antar petugas perpustakaan, saling mendukung dalam pencapaian tujuan perpustakaan dan tidak terjadi tumpangtindih dalam pembagian job description.
Peran SDM perpustakaan sangat menentukan terwujudnya fungsi perpustakaan sebagai sumber belajar para civitas akademika dalam pencapaian tujuan pembelajaran, sumber informasi yang mudah diakses oleh pencari dan pengguna informasi, sebagai tempat untuk mendapatkan sumber-sumber primer dan sekunder untuk melakukan penelitian dan pengkajian ilmu pengetahuan, mengembangkan kreativitas, minat dan daya inovasi pengguna perpustakaan, dan membantu melakukan publikasi karya yang dihasilkan oleh civitas akademika.
Pengelolaan perpustakaan pada bagian pengembangan koleksi memerlukan SDM yang bertugas mencari informasi judul-judul buku dan majalah melalui internet, sehingga pekerjaannya lebih cepat diselesaikan dan lebih mudah dilakukan. Dapat juga melanggan jurnal secara online atau dalam bentuk CD-ROM.
Pengolahan bahan pustaka memerlukan SDM yang mempunyai tingkat analisis yang tinggi terhadap pengklasifikasian bahan pustaka, penentuan subyek , entri data dan pembuatan katalog sehingga bahan pustaka yang baru dapat dimanfaatkan oleh pengguna secara cepat dan mudah ditemukan di rak.
Sedangkan di bagian pelayanan pengguna diperlukan SDM yang bertindak cepat dan tepat dalam memberikan pelayanan, menyediakan sarana penelusuran yang dapat mengakses informasi secara luas, misalnya penggunaan internet dan peminjaman koleksi antar perpustakaan yang dilakukan secara elektronis. SDM di bagian ini haruis berjiwa SMART , yang berarti Siap mengutamakan pelayanan, Menyenagkan dan menarik, Antusias/bangga pada profesi, Ramah dan menghargai pengguna jasa, dan Tabah di tengah kesulitan. (F. Rahayuningsih, 2006).
Pengembangan teknologi informasi yang cepat memungkinkan SDM untuk melakukan penyimpanan dan pendayagunaan informasi dan pengetahuan yang lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami melalui visualisasi multimedia yang berupa teks, suara, gambar, dan animasi/film. Melalui visualisasi multimedia ini akan mengubah paradigma belajar dari hanya melihat dan membaca menjadi paradigma belajar dengan membaca, melihat, mendengar, mengamati, dan mengerjakan (learning by seeing, reading, hearing, observing, and doing). (Kudang B. Seminar: 2004).
Kompetensi dan Profesionalisme
Secara umum definisi kompetensi adalah: “… Karakteristik dasar yang terdiri dari kemampuan (skill), pengetahuan (knowledge) serta atribut personal (personal attributes) lainnya yang mampu membedakan seseorang yang perform dan tidak perform.” Artinya, sistem kompetensi ini berusaha mengeksplorasikan lebih jauh suatu posisi, untuk menjawab satu pertanyaan pokok tentang apa saja pengetahuan, ketrampilan atau perilaku utama yang diperlukan untuk berhasil dalam suatu posisi tertentu?” (Anthony Dio Martin dalam Budi W. Soetjipto: 2003). Kompetensi merupakan hal yang sangat penting, karena kompetensi menawarkan suatu kerangka yang efektif dan efisien dalam mendayagunakan sumber-sumber daya yang terbatas. SDM yang memiliki kompetensi tinggi dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik, tepat waktu, dan tepat sasaran,. (Depdikbud, 2004). Sedangkan profesionalisme adalah kemampuan untuk mengerjakan tugas sebaik-baiknya sesuai dengan tuntutan penyelesaian suatu tugas (kualitas, efisiensi, efektivitas, dan waktu). (F. Rahayuningsih: 2006).
Kompetensi yang dirumuskan oleh US Special Library Associations dengan beberapa perubahan yang disesuaikan dengan keperluan perpustakaan perguruan tinggi adalah sebagai berikut:
1. Kompetensi professional, yaitu terkait dengan pengetahuan pustakawan dalam hal;
- Memiliki pengetahuan tentang isi sumber-sumber informasi, termasuk kemampuan untuk mengevaluasi dan mneyaring sumber-sumber tersebut secara kritis,
- Memiliki pengetahuan tentang subyek khusus yang sesuai dengan kegiatan perguruan tinggi,
- Mengembangkan dan mengelola layanan informasi dengan baik, mudah diakses, dan efektif dalam pembiayaan yang sejalan dengan aturan strategis perguruan tingginya,
- Menyediakan bimbingan dan bantuan terhadap pengguna layanan informasi dan perpustakaan,
- Melakukan survai mengenai jenis dan kebutuhan informasi, layanan informasi dan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan pengguna,
- Mengetahui dan mampu menggunakan teknologi informasi untuk pengadaan, pengorganisasian, dan penyebaran informasi,
- Mengetahui dan mampu menggunakan pendekatan bisnis dan manajemen untuk mengkomunikasikan perlunya layanan informasi kepada pimpinan perguruan tinggi,
- Mengembangkan produk-produk informasi khusus untuk digunakan di dalam atau di luar lembaga atau oleh pelanggan secara individu,
- Mengevaluasi hasil penggunaan informasi dan menyelenggarakan penelitian yang berhubungan dengan pemecahan masalah-masalah manajemen informasi,
- Secara berkelanjutan memperbaiki layanan informasi untuk menanggapi perubahan kebutuhan.
2. Kompetensi individu yang menggambarkan satu kesatuan dalam hal:
- Memiliki komitmen untuk memberikan layanan yang terbaik,
- Mampu mencari peluang dan melihat kesempatan baru baik di dalam maupun di luar perpustakaan
- Berpandangan luas,
- Mampu mencari mitra kerja,
- Mampu menciptakan lingkungan kerja yang dihargai dan dipercaya,
- Memiliki ketrampilan berkomunikasi yang efektif,
- Dapat bekerjasama secara baik dalam suatu tim kerja,
- Memiliki sifat kepemimpinan,
- Mampu merencanakan, memprioritaskan dan memusatkan pada suatu hal ayng kritis,
- Memiliki sifat positif dan fleksibel dalam menghadapi perubahan.
Dengan masuknya teknologi informasi dan komunikasi di perpustakaan, maka kompetensi yang harus dimiliki pustakawan masa depan sekurang-kurangnya adalah sebagai berikut:
- Kemampuan dalam penggunaan computer (computer literacy)
- Kemampuan dalam menguasai basisdata (databases)
- Kemampuan dala penguasaan perlatan teknologi informasi (tools and technology skill)
- Kemampuan dalam penguasaan teknologi jaringan (computer networks)
- Kemampuan dalam penguasaan intranet dan internet
Pendidikan dan Pelatihan
Untuk mencapai kompetensi dan tingkat profesionalisme yang tinggi dapat diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan. Pendidikan merupakan kegiatan yang terprogram untuk meningkatkan ketrampilan, pengetahuan, dan keahlian seseorang yang berkaitan dengan tugasnya. Sedangkan pelatihan lebih menekankan pada penguasaan hal-hal yang bersifat praktis/terapan. (Lasa Hs: 2005).
Pada dasarnya pelatihan dan pendidikan dimaksudkan untuk memperbaiki efektivitas dan efisiensi kerja dalam melaksanakan dan mencapai sasaran program-program kerja yang telah ditetapkan.
Skema pendidikan vs. pelatihan menurut Robert L. Mathis sebagai berikut:
Pendidikan Pelatihan
|
|
![]()
Fokus :
|
|
![]()
Jangka waktu :
|
|
![]()
Pengukuran efektivitas :
Kesempatan yang diberikan pada petugas perpustakaan dalam pendidikan dan pelatihan dapat berupa:
- Studi lanjut ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, S1/S2 bidang perpustakaan,
- Pelatihan pengelolaan perpustakaan,
- Mengikuti seminar yang berhubungan dengan perpustakaan,
- Pengembangan diri, misalnya pelatihan bahas Inggris, Kepemimpinan, dan pelatihan komunikasi,
- Melakukan studi banding ke perpustakaan yang lebih maju,
- Menjadi narasumber, pada berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh perpustakaan,
Sedangkan kesempatan yang diberikan berkaitan dengan Perkembangan teknologi informasi, antara lain:
- Pelatihan komputer,
- Mengikuti seminar/lokakarya/pelatihan yang berkaitan dengan jaringan kompute, hardware, software maupun brainware,
- Setiap petugas diharapkan mampu memanfaatkan komputer pada bidang tugasnya dan dapat menggunakan internet sebagai media komunikasi antar perpustakaan sehingga dapat sharing tentang perkembangan perpustakaan, baik dalam hal pengembangan koleksi, pemgolahan bahan pustaka maupun dalam melayani pengguna perpustakaan. (F. Rahayuningsih, 2006).
Penutup
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan dampak dalam pengelolaan perustakaan., adanya tuntutan kualitas layanan, lebih mengefektifkan tenaga, kebutuhan efisiensi waktu, ragam informasi yang dikelola dan kebutuhan kecepatan layanan sehingga diperlukan kompetensi dan profesionalisme petugas perpustakaan yang tinggi. Untuk mewujudkan hal tersebut di atas perlu diadakan berbagai pelatihan dan pendidikan yang berkesinambungan dan yang paling penting adalah komitmen dari pengambil kebijakan agar program tersebut tetap terealisasi sehingga dapat meningkatkan citra pustakawan dan mampu berkompetensi dengan prosfesi lain.
“We provide information to provide knowledge”
Daftar Pustaka
—————-. Standard kompetensi TI bagi pustakawan. Jurnal Pustakawan
Dwiyanto, Arif Rifai . Peningkatan manfaat koleksi perpustakaan melalui perpustakaan digital. Jurnal Pustakawan
Lasa Hs. Manajemen perpustakaan.
Martoyo, Susilo. Manajemen sumber daya manusia.
Rahayuningsih, F. Profesionalisme pustakawan dalam menghadapi tuntutan kemajuan teknologi. Info Persada, Vol. 4 (1) Februari 2006: p. 2-8.
Seminar, Kudang B. Manajemen layana perpustakaan dengan dokumen multimedia. Jurnal Pustakawan
Soetjipto, Budi W. dkk. Paradigma baru manajemen sumber daya manusia (artikel-artikel pilihan).
.
